***Kunjungi WEB kami***

ikhwansaputera.com Semua Bisa Dengan Belajar

Pendaki dan Seutas Tali

07.29.2013 · Posted in Filsafat, Home, Kisah Hikmah
Pendaki

Pendaki

Malam hari di puncak Gunung Everest begitu gelap. Seorang lelaki sedang melakukan pendakian di sana. Pendaki itu tidak dapat melihat apa pun di sekitarnya. Benar-benar hitam pekat. Bahkan, bulan dan bintang pun tak mampu menurunkan cahayanya ke bumi karena awan tebal menutupinya.

Sebenarnya tinggal beberapa meter saja lelaki itu akan mencapai puncak gunung. Tetapi, mendadak dia terpeleset dan meluncur deras ke bawah. Tak ada sesuatu yang mampu dia lihat, kecuali gelap yang amat pekat. Perasaan takut pun mencekamnya.

“Aku pasti akan jatuh dan hancur berkeping-keping,” pikirnya.

Dia terus meluncur deras ke bawah. Yang terbayang olebnya hanyalah kematian yang akan segera menjemput. Mati dan mati, hanya itu yang ada dalam pikirannya. Namun, tiba-tiba tali yang dia pakai mendaki melilit tubuhnya. Tali itu menyelamatkannya dari hempasan keras dengan tanah berbatu di bawah. Kini, dia bergelantungan di udara dengan seutas tali tersebut.

Pada saat yang menegangkan itu, tidak ada pilihan lain baginya kecuali berdoa. Dia berteriak keras, “Ya Tuhan, tolonglah aku!”

Tiba-tiba, terdengar suara membahana dan langit, “Apa yang kamu inginkan?”

“Selamatkan aku, ya Tuhan,” pinta Lelaki Pendaki.

“Apa kamu percaya kepada-Ku?” tanya suara gaib itu.

“Aku percaya, Tuhan,” jawab Lelaki Pendaki.

“Apa kamu yakin Aku mampu menyelamatkanmu?”

“Kalau begitu, potonglah tali yang melilit tubuhmu itu!” perintah Suara Gaib.

“Tentu, Tuhan!”

Sejenak suasana menjadi hening, dan si pendaki itu memutuskan tetap bergelantungan dengan talinya. Dia tidak memotong tali itu sebagaimana yang diperintahkan suara gaib tersebut.

Pagi harinya, tim penyelamat menemukan pendaki itu telah mati membeku. Tubuhnya tetap bergelantungan di udara dengan seutas tali. Tangannya memegang erat tali tersebut, padahal jarak dirinya dengan tanah tinggal setengah meter saja.

 

Hikmah Kisah

Allah Maha Mengetahui dari pada mahluk. Rencana Allah SWT lebih indah dari rencana manusia walau di awal kita kadang tidak bisa menerimanya.

Leave a Reply