***Kunjungi WEB kami***

ikhwansaputera.com Semua Bisa Dengan Belajar

Kekayaan Sejati

06.25.2013 · Posted in Filsafat, Home, Kisah Hikmah
Kekayaan

Kekayaan

Suatu hari, seorang ayah yang kaya raya membawa anaknya dalam sebuah perjalanan ke desa-desa terpencil, dengan maksud menunjukkan pada sang Anak bagaimana orang-orang miskin hidup. Dengan begitu, dia akan selalu bersyukur atas apa yang telah dimiliki. Mereka tinggal berhari-hari pada sebuah keluarga petani paling miskin di desa itu.

Dalam perjalanan pulang, sang Ayah mengajukan pertanyaan kepada anaknya, “Bagaimana perjalanannya?”

“Sungguh menyenangkan, Ayah.”

“Sekarang sudah tahukah kamu orang miskin itu seperti apa?”

“Ya, Ayah,” jawab si Anak.

“Lalu, pelajaran apa yang dapat kamu ambil dan perjalanan kita ini?” tanya Ayah.

Si Anak menjawab, “Menurutku, kita hanya mempunyai seekor burung, sedangkan mereka memiliki empat ekor. Kita memiliki satu kolam renang yang luasnya hanya mencapai halaman tengah taman kita, sementara mereka memiliki tanah berawa yang luasnya tidak terbatas.”

Si Anak melanjutkan, “Kita memasang lampu penerang di taman, sementara mereka memiliki bintang yang berjuta jumlahnya di waktu malam. Jalanan setapak rumah kita hanya mencapai halaman depan, sementara mereka memiliki jalanan seluas cakrawala.”

“Kemudian?” tanya Ayah.

“Kita hanya memiliki sebidang tanah untuk tinggal, sementara mereka memiliki tanah yang luasnya sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani kita, sementara mereka justru menorehkan jasa melayani orang lain. Kita hanya mampu membeli makanan, sementara mereka bahkan mampu menanamnya. Kita memiliki dinding untuk membentengi harta kekayaan kitanentara mereka memiliki teman yang saling melindungi satu sama lain.”

Ayah tersenyum bangga mendengar penjelasan anaknya.

Lalu si Anak menambahkan, “Terima kasih, Ayah telah menunjukkan kepadaku betapa miskinya kita.”

 

Askabar

Askabar

Hikmah Kisah

Sekaya apa pun, sebetulnya kita tetaplah seorang yang miskin. Hanya Allah yang Maha Kaya. Dia Allah satu-satunya Tuhan Yang Maha kaya, yang Kekayaan-Nya tak terhitung jumlahnya. Karena itu, kita harus bersyukur kepada Allah yang telah memberi sedikit Rahmad-Nya, dan jangan pernah sombong dengan kekayaan tersebut.

Leave a Reply